Teknologi Pendidikan

Teknologi Pendidikan

Senin, 06 Mei 2013

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN E-LEARNING

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN E-LEARNING
Dibandingkan dengan proses belajar mengajar yang konvensional atau tradisional (tatap muka) E-Learning  memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Menurut Purbo (1998) dan Budi Raharjo (2002) dalam Jurnal Teknodik (April 2007) dikemukakan bahwa terdapat tiga dampak positif penggunaan internet dalam proses pembelajaran yaitu :

1.      Akses pada sumber informasi yaitu sebagai perpustakaan online, sumber literatur, akses hasil-hasil penelitian, dan akses kepada materi pembelajaran.
2.       Akses kepada narasumber, dilakukan komunikasi tanpa harus bertemu secara fisik.
3.      Sebagai media kerjasama, dilakukan untuk penelitian bersama atau membuat semacam makalah bersama.

Beberapa kelebihan E-Learning dibandingan dengan pembelajaran tradisional adalah, sebagai berikut :
1.       Kelebihan Untuk Pengajar dan Pendidik
a.       Menghemat biaya,
b.      Lembaga penyelenggara E-Learning dapat mengurangi bahkan menghilangkan biaya perjalanan untuk pelatihan, menghilangkan biaya pembangunan sebuah kelas dan mengurangi waktu yang dihabiskan oleh pelajar untuk pergi ke sekolah.
c.       Mudah dicapai,
d.      Pemakai dapat dengan mudah menggunakan aplikasi E-Learning dimanapun, selama mereka terhubung ke internet. E-Learning dapat dicapai oleh para pemakai dan para pelajar tanpa dibatasi oleh jarak, tempat dan waktu.
e.       Meningkatkan kemampuan bertanggung jawab,
f.       Kenaikan tingkat, pengujian, penilaian, dan pengesahan dapat diikuti secara otomatis sehingga semua peserta (pelajar, pengembang dan pemilik) dapat bertanggung jawab terhadap kewajiban mereka masing- masing di dalam proses belajar mengajar.
g.      d.      E-Learning dapat mempersingkat waktu pembelajaran
h.      e.      E-learning mempermudah interaksi antara peserta didik dengan bahan atau materi, peserta didik dengan guru maupun sesama peserta didik.
i.        f.       Baik pengajar maupun siswa dapat melakukan diskusi melalui internet yang dapat diikuti dengan jumlah peserta yang banyak.
j.        g.       Kebebasan Siswa dan Universitas
k.      h.      Materi kuliah lebih dinamis
l.        Skalabilitas yang lebih luas
m.    Membentuk sebuah komunitas baru

2.       Kelebihan Untuk Pelajar, Siswa, Peserta Didik
a.       Pengalaman pribadi dalam belajar,
b.      Pilihan untuk mandiri dalam belajar menjadikan siswa untuk berusaha melangkah maju, yaitu memilih sendiri peralatan yang digunakan dalam mempermudah proses belajar dan mengumpulkan bahan-bahan sesuai dengan kebutuhan.     
b. Peserta didik dapat saling berbagi informasi dan dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang, dengan kondisi yang demikian itu peserta didik dapat lebih memaksimalkan penguasaannya terhadap materi pembelajaran.
c.       Siswa dapat belajar atau mereview bahan ajar setiap saat dan di mana saja kalau diperlukan mengingat bahan ajar tersimpan di komputer.
d.      Berubahnya peran siswa dari yang biasanya pasif menjadi aktif

3. Kelebihan Untuk Pengajar, Pendidik, Lembaga Pendidikan
a.       Kemudahan Pengajar,
b.      Kehadiran guru tidak mutlak diperlukan, guru akan lebih mudah melakukan alternatif bahan-bahan belajar yang mutakhir sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuwan.
c.       Memperbaiki sistem pengajaran
d.      Pendidik mengembangkan diri atau melakukan penelitian guna meningkatkan wawasannya, dan mengontrol kegiatan belajar peserta didik.

Beberapa kekurangan yang dimiliki oleh pemanfaatan E-Learning adalah sebagai berikut :
1.       Dalam E-Learning faktor kehadiran guru atau pengajar otomatis menjadi berkurang atau bahkan tidak ada. Hal ini disebabkan karena yang mengambil peran guru adalah computer dan panduan-panduan elektronik yang dirancang oleh "contents writer", Designer E-Learning dan pemograman komputer.
2.       E-Learning  juga  mempunyai  beberapa  kelemahan  yang cenderung kurang menguntungkan baik bagi guru, diantaranya :
a.       Kurangnya interaksi antara pengajar dan pelajar atau bahkan antar pelajar itu sendiri, kurangnya interaksi ini bisa memperlambat terbentuknya values dalam proses belajar mengajar.
b.      Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan sebaliknya mendorong tumbuhnya aspek bisnis/komersial.
c.       Proses belajar mengajar cenderung ke arah pelatihan daripada pendidikan.
d.      Berubahnya peran pengajar dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini juga dituntut mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan ICT (Information, Communication and Technology).
e.       Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet (mungkin hal ini berkaitan dengan masalah tersedianya listrik, telepon ataupun komputer).
f.       Kurangnya mereka yang mengetahui dan memiliki keterampilan tentang internet.
3.       Untuk sekolah tertentu terutama yang berada di daerah, akan memerlukan investasi yang mahal untuk membangun E-Learning ini. Dan keterbatasan jumlah komputer yang dimiliki oleh sekolah akan menghambat pelaksanaan E-Learning.
Pemanfaatan internet untuk E-Learning juga tidak terlepas dari berbagai kekurangan, seperti kritikan dari Bullen (2001) dan Bean (1997), sebagai berikut :
1.      Kurangnya interaksi antara pengajar dan siswa atau bahkan antara siswa itu sendiri, bisa memperlambat terbentuknya values dalam proses belajar mengajar.
2.      Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan sebaliknya mendorong aspek bisnis atau komersial.
3.      Proses belajar dan mengajarnya cenderung ke arah pelatihan dari pada pendidikan.
4.      Berubahnya peran guru dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini dituntut untuk menguasai teknik pembelajaran dengan menggunakan ICT (Information Communication Technology).
5.      Siswa yang tidak mempunyai motivasi belajar yang tinggi cenderung gagal.
6.      Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet (berkaitan dengan masalah tersedianya listrik, telepon, dan komputer).
7.      Kurangnya mereka yang mengetahui dan memiliki keterampilan soal-soal
internet.
8.      Kurangnya penguasaan bahasa komputer.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar